Sukoharjo — Media sosial menjadi sesuatu yang digemari masyarakat saat ini. Terdapat banyak jenis media sosial. Salah satu media sosial yang digemari oleh masyarakat adalah Instagram, khususnya para remaja. Di satu sisi, Instagram memiliki dampak positif, misalkan menunjukkan eksistensi dan produktivitas, meningkatkan keterampilan untuk memasarkan produk, dan meningkatkan kreativitas. Di sisi lain, Instagram juga berpotensi memunculkan dampak negatif, misalkan individu menjadi melakukan perbandingan sosial sehingga akan menyebabkan menurunnya harga diri, munculnya kecemasan, dan meningkatnya perasaan iri. Oleh karena itu, sebagian individu kemudian mencoba melakukan detox. Detox merupakan perilaku mengurangi intensitas penggunaan media sosial, khususnya Instagram, guna mencapai kesehatan mental. Ketika individu mengurangi penggunaan Instagram atau detox Instagram, maka menyebabkan individu menjadi lebih bersyukur.

Fenomena kebersyukuran pada pelaku detox ini mendorong mahasiswi program studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta angkatan 2017 yang bernama Dian Adelasari untuk menelitinya. Penelitian tersebut dilakukan di bawah bimbingan Siti Fathonah, S.Th.I., M.A. Teori kebersyukuran yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian tersebut adalah teori Phillip C. Watkins. Hasilnya, bahwa kelima informan yang diteliti oleh Dian menunjukkan perilaku kebersyukuran sesuai dengan aspek yang dikemukakan oleh Watkins, yaitu sense of abundance, appreciation social, dan simple appreciation. Meskipun demikian, perilaku masing-masing informan pada setiap aspek tersebut berbeda-beda. Selain itu, Dian kemudian juga menganalisis perilaku kebersyukuran dan detox Instagram pada para informan dengan perspektif tasawuf, misalkan dengan menggunakan konsep sabar dan qana’ah.

Penelitian tersebut berhasil dipertanggungjawabkan di depan dewan penguji, yaitu Dr. Zainul Abas, M.Ag., dan Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog, pada hari Kamis 18 November 2021. Keberhasilannya mempertahankan penelitiannya tersebut menyebabkan Dian menjadi lulusan Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Mas Said Surakarta ke-17 dan berhak menyandang gelar Sarjana Agama (S.Ag.) di bidang tasawuf dan psikoterapi.

(Foto: https://www.franchisegator.com, Red: Ahmad Saifuddin)

Leave a Reply