Boyolali — Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat pada hari Selasa, 30 Maret 2021. Kegiatan tersebut berlokasi di Pondok Pesantren Al-Musthofa yang secara administratif masuk wilayah Ngeboran, Karangduren, Sawit, Boyolali. Kegiatan pengabdian kali ini diikuti oleh 30 orang santri dengan berbagai latar belakang keilmuan. Gagasan yang mendasari topik pengabdian berbeda di tiap tahunnya sebab berangkat dari kebutuhan yang berbeda. Identifikasi tersebut didapat setelah tim pelaksana melakukan obaservasi awal terkait dengan kebutuhan sasaran pengabdian. Tema pengabdian yang diangkat dalam kesempatan ini adalah tentang ‘Mengatasi Kecemasan Pasca Pandemi dengan Pendekatan Sufi Healing’. Acara Pengabdian Kepada Masyarakat dihadiri oleh tim pelaksana yang terdiri dari Drs. KH. Ahmad Hudaya, M.Ag,, Supriyanto, M.Ud., dan Siti Fathonah,M.A. Prosesi Pengabdian Kepada Masyarakat Prodi TP berlangsung selama 3 jam, mulai jam 09.00 WIB sampai dengan jam 12.00 WIB.

Seremonial acara Pengabdian Kepada Masyarakat dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan, dan penutup. Pengasuh pondok pesantren, Abah Yasin, menyambut hangat kegiatan pengabdian kali ini. Menurutnya, santri perlu dibekali kemampuan sufi healing untuk mengendalikan kondisi mental yang tidak stabil saat menghadapi berbagai masalah.

Sambutan yang disampaikan oleh salah satu anggota tim pelaksana, Siti Fathonah,M.A., menyinggung perihal peran pandemic covid-19 sebagai salah satu pemantik munculnya kecemasan berlebih yang menimpa sebagian masyarakat, termasuk santri. Kecemasan itu dilatarbelakangi oleh berbagai batasan yang disepakati masyarakat sebagai salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Batasan-batasan tersebut bisa muncul dalam bentuk meminimalisir kontak langsung dengan orang lain, menghindari kerumunan, perkuliahan online, dan lain-lain. Dampak yang paling banyak dikeluhkan santri berasal dari munculnya kebiasaan baru perkuliahan daring. Menurut santri yang sekaligus mahasiswa, sebagian besar penjelasan dosen tidak bisa dipahami secara maksimal oleh mahasiswa ketika pembelajaran yang dilakukan berbasis online (daring). Pandangan alam tentang manusia, dalam tradisi sufi dipercaya bersumber dari al-Qur’an, dan hal itu berimplikasi pada pendekatannya dalam memberikan terapi kesehatan. Pendekatan spiritual seperti mujahadah, uzlah, zuhud, rindu, dan mahabbah dengan melakukan amalan: wirid, zikir, tasbih, tahmid, dan yang lain menjadi pilihannya dalam terapi kesehatan atau spiritual healing, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Ernawati, S.Psi., M.Si selaku pembicara tamu dalam kesempatan itu menambahkan bahwa ketika santri mengalami kecemasan, maka yang harus dilakukan adalah mengenali penyebab dan menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Dia menyontohkan fenomena ketika santri mengalami kecemasan sebab menghadapi ujian berat dalam hidupnya, maka santri harus berpikir jika dia akan naik kelas atau mendapatkan kebahagian pasca diuji. Selain itu, lifestyle ala sufi juga bisa menambah imunitas karena mampu menyeimbangkan hormon dan kelenjar dalam tubuh. Selain itu, keseimbangan produksi hormon pada fisik seseorang berkaitan erat dengan stabilitas mental seseorang.

(Foto: Tim Pengabdian Masyarakat, Red: Siti Fathonah)

Leave a Reply