Sukoharjo — Sabtu (30/01) program studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta mengadakan kelas penelitian seri 3. Jika pada kelas penelitian seri 1 berfokus pada cara menyusun proposal skripsi dan seri 2 berfokus pada metode penelitian kuantitatif, maka kelas penelitian seri 3 ini berupaya mendalami metode penelitian kualitatif. Program ini diperuntukkan dan diikuti oleh mahasiswa program studi Tasawuf dan Psikoterapi semester 7 dengan sistem daring. Acara tersebut dibuka oleh ketua program studi Tasawuf dan Psikoterapi, Supriyanto, S.Ud., M.Ud.

Narasumber pada acara tersebut adalah Dhestina Religia Mujahidah, S.Psi., M.A., M.M. yang merupakan dosen IAIN Surakarta dan memiliki keahlian mendalam dalam metode penelitian kualitatif. Pada awal materi, Religia menyampaikan alasan atau argumentasi yang tepat untuk menggunakan metode penelitian kualitatif, sehingga pengunaan metode tersebut tidak berdasarkan atas sentimen tertentu atau ketidakmampuan dalam metode tertentu. Poin penting yang ditekankan oleh Religia adalah pemilihan metode kualitatif disesuaikan dengan fenomena penelitian. Selain itu, Religia juga menekankan keahlian yang harus dimiliki peneliti kualitatif, misalkan empati, kemampuan mendengarkan, objektif, dan restorying.

Lebih lanjut, Religia menjelaskan tentang literature review dalam penelitian kualitatif dan berbagai metode dalam pendekatan penelitian kualitatif. Misalkan, studi kasus, fenomenologi, etnografi, studi kasus, dan grounded research. Setiap metode tersebut memiliki ciri khas masing-masing, sehingga memilih metode tersebut hendaknya disesuaikan dengan jenis masalah atau sudut pandang permasalahan atau tujuan penelitian. Pembahasan tentang informan atau sampel penelitian serta teknik keabsahan data. Selanjutnya, Religia menjelaskan secara detail terkait tata cara atau prosedur menganalisis data penelitian kualitatif dan melakukan coding, baik secara manual maupun menggunakan perangkat lunak. Di sesi akhir, Religia juga menekankan tentang kesalahan yang sering dilakukan oleh peneliti dalam penelitian kualitatif, sehingga diharapkan para mahasiswa dapat menghindarinya.

(Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog – Sekretaris Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Surakarta)

Leave a Reply