Sukoharjo — Senin (25/01) program studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta mengadakan kelas penelitian seri 2. Pada kesempatan kali ini, materi difokuskan pada metode penelitian kuantitatif. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB secara daring. Ketua Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta, Supriyanto, S.Ud., M.Ud., memberikan sambutan pada acara tersebut.

Bertindak sebagai narasumber pada acara kelas penelitian seri 2 adalah Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog. Pria yang akrab disapa dengan panggilan Saif tersebut pada awalnya memaparkan tujuan umum penelitian, yaitu untuk mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksi, mengendalikan, mengembangkan, dan menciptakan. Setiap tujuan umum penelitian tersebut dapat dicapai dengan metode yang berbeda-beda. Maka, langkah awal penelitian kuantitatif yang penting adalah menemukan fenomena atau masalah yang penting untuk diteliti kemudian menentukan tujuan penelitian. Baru setelah itu, mahasiswa menentukan metode penelitian.

Selanjutnya, Saif menjelaskan karakteristik penelitian kuantitatif, yaitu memiliki tujuan yang jelas, sistematis, objektif, terkendali, dan tahan uji atau valid. Setiap karakteristik tersebut harus terpenuhi untuk melahirkan penelitian yang berkualitas. Materi lain yang disampaikan oleh Saif adalah berkaitan dengan jenis-jenis penelitian kuantitatif (misalkan, korelasional, komparasional, dan eksperimental); asas kemanfaatan penelitian (manfaat teoritis dan manfaat praktis); originalitas penelitian; jenis-jenis variabel; pengendalian variabel bias penelitian; cara membuat kerangka berpikir; macam-macam hipotesis; macam-macam teknik pengambilan sampel; cara menyusun alat ukur dan modul perlakuan; contoh-contoh kasus penelitian korelasional dan teknik analisis datanya; contoh-contoh kasus penelitian komaparasional dan teknik analisis datanya; macam-macam rancangan dan desain eksperimental (praeksperimen, eksperimen kuasi, dan eksperimen murni) serta teknik analisis datanya; pelaksanaan inti penelitian; serta berbagai referensi yang dapat digunakan untuk menambah wawasan metode penelitian kuantitatif dan eksperimen.

Selain materi tersebut, Saif juga menekankan bahwa pentingnya mahasiswa untuk memantaskan diri sebagai peneliti agar penelitian skripsi dapat berjalan sesuai target. Pembentukan karakter sebagai peneliti penting agar mahasiswa memiliki pengetahuan dan kapasitas terkait metode penelitian dan ilmu yang sedang ditelitinya. Mahasiswa sebaiknya bersikap aktif dalam mempelajari metode penelitian dan ilmu terkait fenomena yang diteliti. Dengan demikian, penelitian yang dihasilkan akan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi. Di sisi lain, mahasiswa sebagai peneliti juga penting untuk menegakkan etika penelitian dan dituntut untuk berpikir runtut. Hal ini disebabkan karena suatu bagian dalam skripsi berkaitan dengan bagian lain di skripsi. Pemahaman terhadap logika penelitian juga berperan penting dalam keberhasilan penelitian skripsi. Terakhir, Saif berpesan kepada mahasiswa agar tidak mencukupkan diri dengan materi yang diperoleh pada acara tersebut. Sehingga, diharapkan mahasiswa dapat mempelajari metode penelitian kuantitatif lebih mendalam. Acara berakhir pada pukul 12.30 WIB.

Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog (Sekretaris Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Surakarta)

Leave a Reply