Sukoharjo — Rabu (20/01), program studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta mengadakan kelas penelitian seri 1. Kelas penelitian seri 1 ini mengambil tema “Menyusun Outline (Kerangka) dan Proposal Skripsi”. Program ini diadakan bagi mahasiswa semester 8 yang akan memulai skripsi, sehingga harapannya dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa program studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta dalam membuat outline dan proposal skripsi. Program tersebut diadakan secara daring.

Narasumber pada acara tersebut adalah Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog (Sekretaris Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Surakarta). Pada sesi awal, Saifuddin menjelaskan tentang berbagai permasalahan yang sering terjadi ketika mahasiswa menyusun outline skripsi, misalkan masih belum memahami metode penelitian, tidak adanya data awal yang menunjukkan fenomena atau masalah, belum menyertakan kerangka teoritik yang jelas, hanya mengaitkan antara satu hal dengan hal lain tanpa didasarkan pada argumentasi yang jelas, serta didominasi oleh asumsi bukan data.

Selanjutnya, Saifuddin menjelaskan setiap isi dari outline skripsi, mulai dari penjelasan mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka dan originalitas penelitian, kajian teori, sampai dengan metode penelitian. Hal penting yang ditekankan oleh Saifuddin bahwa setiap bagian dari outline skripsi berkaitan, misalkan metode penelitian harus menyesuaikan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Sehingga, menjadi aneh apabila mahasiswa sudah memilih metode sedangkan rumusan masalah dan tujuan penelitiannya belum jelas. Selain itu, originalitas penelitian juga penting karena penelitian yang akan dilakukan harus memiliki unsur kebaruan dan terhindar dari plagiat. Saifuddin juga menekankan tentang pentingnya mahasiswa memahami ilmu metode penelitian secara mendalam, selain menguasai teori dari variabel yang akan diteliti. Hal ini disebabkan metode penelitian adalah cara mahasiswa untuk meneliti. Apabila cara yang dipilih dan digunakan salah, bahkan tidak terjamin keakuratannya, maka hasil penelitiannya pun tidak bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Di sisi lain, Saifuddin menyampaikan kepada mahasiswa bahwa jangan sampai mempertentangkan antara satu metode dengan metode yang lain. Hal ini disebabkan metode penelitian memiliki porsi dan wilayahnya masing-masing berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian.

Selain kemampuan penelitian, Saifuddin menyampaikan bahwa ada banyak faktor yang menunjang penelitian skripsi. Misalkan, kemampuan menulis. Oleh karena itu, Saifuddin mendorong mahasiswa untuk belajar menulis dengan kualitas yang baik, runtut, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, Saifuddin juga menjelaskan bahwa faktor ketekunan dan fleksibilitas mahasiswa dalam melakukan penelitian juga menunjang keberhasilan penelitian skripsi. Terakhir, mahasiswa didorong untuk terampil menggunakan beberapa perangkat lunak, misalkan Mendeley dan perangkat lunak untuk menganalisis data.

Rencananya, kelas penelitian ini akan dilanjutkan seri berikutnya sebanyak empat kali. Seri pertama membahas outline dan proposal skripsi, seri kedua membahas metode penelitian kuantitatif, seri ketiga membahas metode penelitian kualitatif, dan seri keempat membahas metode kajian literatur.

(Ahmad Saifuddin – Sekretaris Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta)

Leave a Reply