Kecerdasan spiritual merupakan tema yang menarik dan penting diteliti beberapa kurun waktu terakhir. Hal ini disebabkan selama ini mayoritas peneliti hanya berfokus pada kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ). Padahal, dalam diri manusia terdapat satu lagi kecerdasan yang berperan penting dalam kesehatan mental dan kehidupan manusia, yaitu kecerdasan spiritual.

Hal inilah yang mendorong Medita Putri Giri Prasamtiwi untuk meneliti kecerdasan spiritual. Medita meneliti kecerdasan spiritual yang dikaitkan dengan proses penyembuhan ala tasawuf (sufi healing) dengan metode tasawuf-reiki di pondok pesantren Darul Afkar (Tegalrejo, Ceper, Klaten) di bawah asuhan Dr. KH. Syamsul Bakri, M.Ag..

Setelah menjalani proses penelitian, Medita berhasil mempertanggungjawabkan penelitiannya pada hari Jumat (20/11) pada ujian munaqasyah yang dilangsungkan secara daring (dalam jaringan). Keberhasilannya tersebut menyebabkannya menjadi lulusan kelima dari program studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta dan berhak menyandang gelar Sarjana Agama. Penelitian tersebut di bawah bimbingan Dr. Zainul Abas, M.Ag. dan diuji oleh Drs. H. Ahmad Hudaya, M.Ag., dan Siti Fathonah, M.A.

Penelitiannya tersebut menghasilkan bahwa kecerdasan spiritual yang diakibatkan oleh metode tasawuf-reiki dapat dilihat berdasarkan tiga aspek. Aspek pertama adalah hubungan manusia dengan Tuhan. Aspek kecerdasan spiritual ini terwujud dalam tingginya intensitas dan kualitas zikir individu kepada Tuhan. Zikir ini dikombinasikan dengan meditasi sehingga terjadi zikir sirr (zikir mendalam). Aspek kedua adalah hubungan manusia dengan manusia. Aspek ini terwujud dalam bentuk perilaku individu yang menggunakan metode tasawuf-reiki guna membantu kesembuhan orang lain yang sedang sakit. Aspek ketiga adalah hubungan manusia dengan alam. Aspek ketiga ini dapat dilihat pada perilaku individu yang semakin peka terhadap kondisi alam sehingga mampu menjaga kondisi alam.

(Ahmad Saifuddin, Sekretaris Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta)

Leave a Reply