Karanganyar – Rabu (8/7), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta mengadakan workshop penyusunan Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Rencana Strategis (Renstra) tahun 2021-2025 di Hotel Syariah Karanganyar. Workshop ini diikuti oleh dekan, seluruh wakil dekan, ketua dan sekretaris program studi di bawah naungan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, perwakilan dosen dari setiap program studi, stakeholder, dan perwakilan mahasiswa. Rektor IAIN Surakarta, Prof. Dr. Mudofir, S.Ag., M.Pd., hadir dalam acara tersebut memberikan sambutan dan arahan. Selain itu, Dr. H. Mukhsin Jamil, M.Ag., Wakil Rektor Bidang Akademik dan pengembangan kelembagaan UIN Walisongo Semarang hadir sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Dr. Islah, M.Ag., apabila renstra dan RIP dapat disusun dengan baik, maka program akan dapat dijalankan dengan akuntabel, berkualitas, dan terarah. Adapun rektor IAIN Surakarta, Prof. Dr. Mudofir, S.Ag., M.Pd. menekankan kembali untuk selalu berlandaskan visi IAIN Surakarta, yaitu “Menjadi World Class University di Level Asia Tenggara dalam Kajian Islam dan Sains yang Terintegrasi dengan Kearifan Lokal pada 2034”. Ciri khas dari visi IAIN Surakarta adalah mengintegrasikan kajian Islam dan sains dengan kearifan lokal. Kearifan lokal ini yang menjadi indikator keberhasilan Islam dan sains hadir dalam permasalahan kehidupan. Dalam hal ini, fakultas yang mengandung unsur kajian keislaman dan sosial-humaniora harus selalu meningkatkan kualitas. Fakultas yang mengandung unsur tersebut adalah Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta. Untuk mewujudkan visi tersebut, maka Fakultas Ushuluddin dan Dakwah harus mampu mengkontekstualisasikan kajian keislaman dan sosial-humaniora terhadap permasalahan yang sedang terjadi di masa kini, misalkan dikontekstualisasikan dengan bidang pembangunan, lingkungan, dan kejiwaan. Dengan demikian, pendidikan saat ini harus membekali mahasiswa dengan kemampuan mengatasi masalah terhadap setiap perubahan.

Meskipun demikian, visi tersebut perlu ditambahkan aspek seni dan teknologi yang berperan penting dalam kehidupan masa kini. Oleh karena itu, meskipun Fakultas Ushuluddin dan Dakwah berkaitan dengan kajian keislaman dan sosial-humaniora, ke depan mahasiswanya harus dibekali dengan pengetahuan akan seni dan teknologi. Terlebih lagi, jika mengingat permasalahan saat ini berkaitan dengan teknologi, misalkan krisis pemanasan global dan virus.

Dalam acara workshop penyusunan renstra dan RIP, program studi Tsawuf dan Psikoterapi diikuti oleh Supriyanto, S.Ud., M.Ud., Ahmad Saifuddin, M.Psi., Psikolog, dan Lintang Seira Putri, S.Psi., M.A. Peran program studi Tasawuf dan Psikoterapi dan program studi lainnya penting dalam hal ini agar renstra dan RIP fakultas berasal dari aspirasi setiap program studi dan agar setiap program studi dapat menyusun renstra dan RIP program studi berdasarkan renstra dan RIP fakultas. Penyusunan renstra dan RIP tersebut berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) sesuai sembilan kriteria dalam akreditasi. Sehingga, program yang dikonsepkan dalam renstra dan RIP menjadi tepat sasaran, serta dapat menjadi indikator keberhasilan program studi dan fakultas. Acara tersebut berakhir pada Kamis 09 Juli 2020.

Leave a Reply