Karanganyar– Program Studi (Prodi) Tasawuf dan Psikoterapi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta merealisasikan pengabdian masyarakat berbasis pandemik di Joglo Sroyo Karanganyar. Tema yang diangkat kali ini adalah “Meneguhkan Kesalehan Sosial Jamah Tarekat dalam Pandemi Covid-19”. Acara (22/06) yang berformat sarasehan sederhana bersama jama’ah tarekat tersebut hanya dihadiri oleh sembilan jamaah laki-laki dan seorang jamaah perempuan.

Pembatasan peserta dalam forum ini dilakukan karena mengikuti protokoler social distancing di era pandemic. Selain menjaga jarak antar jama`ah, peserta forum dianjurkan untuk memakai masker sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut diawali dengan pelaksanaan shalat maghrib berjamaah, pembacaan shalawat, kemudian penyampaian materi pengabdian masyarakat. Antusiasme peserta ditandai dengan kekhidmatan dalam prosesi.

Pada kesempatan tersebut, Prodi Tasawuf dan Psikoterapi yang diwakili oleh Bapak Drs. H. Ahmad Hudaya, M.Ag dan Siti Fathonah, M.A membahas tentang implementasi kesalehan sosial pengikut tarekat dalam interaksi sehari-hari dipraktekkan. Dalam konteks ruang dan waktu, saat ini manusia sedang tidak berada di titik aman sebab sedang menghadapi wabah penyakit. Di satu sisi, penularan penyakit tersebut sangat mudah, yaitu melalui droplet sehingga masing-masing harus melindungi bagian hidung dan mulut agar tidak menularkan atau tertular. Di sisi lain, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri sehingga harus mampu hidup berdampingan dengan orang lain secara rukun. Hakikat dari hablun minallah sesungguhnya adalah hablun minannas, sehingga kunci dari harmoni kehidupan adalah sikap santun antar sesama manusia baik dalam bertindak dan bertutur kata. Selain itu kunci dalam menunaikan kesalehan sosial di era pandemic adalah sabar. Sabar yang dimaksud di sini adalah sabar dalam mengelola nafsu dan mengarahkannya pada kehendak kepada kebaikan. Dengan demikian, sabar sebenarnya adalah bukan hanya ditujukan untuk hal-hal yang baik tetapi juga perilaku buruk, yaitu perihal pengelolaan nafsu. (SF)

Leave a Reply