Surabaya – Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi IAIN Surakarta mengikuti kegiatan Pra-Munas di Surabaya, tepatnya di STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam)  Al Fithrah, Kedinding, Surabaya. Pertemuan ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada tanggal 1-3 Desember 2019. Acara ini dihadari oleh beberapa kampus yang memiliki program studi Ilmu Tasawuf, Akhlak Tasawuf, serta Tasawuf dan Psikoterapi. Ada 9 perwakilan PTKIN dari 17 PTKIN yang hadir dalam acara tersebut. Dari program studi Tasawuf dan Psikoterapi ada dari IAIN Surakarta, UIN Sunan Ampel (Surabaya), IAIN Pekalongan, IAIN Kediri, UIN Raden Intan(Lampung), IAIN Tulungagung, dan UIN Sunan Gunung Jati (Bandung). Sedangkan dari program studi Ilmu Tasawuf dan Akhlak Tasawuf ada dua yang hadir, yakni STAI Pandanaran (Yogyakarta), dan STAI Al-Fithrah (Surabaya). Acara ini direncanakan akan menghasilkan sebuah (embrio) wadah Tasawuf dan Psikoterapi berskala nasional.

                Tanggal 1 Desember 2019, kegiatan pertama di awali dengan kegiatan yang islami sekaligus sebagai serangkaian kegiatan pembukaan, di antaranya pembacaan Tawassul, Kalam Illahi, menyayikan lagu Indonesia Raya, di lanjut pentas lokakarya Pembacaan Qasidah, kemudian sambutan  dari Kaprodi Akhlak Tasawuf. Pembukaan terlihat santai di awali dengan konsolidasi antar 9 dari 17 universitas yang ada Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi.  Di mulai dengan arah kedepan sebelum Musyawarah Nasional berjalan. Kegiatan selanjutnya juga masih berkutat masalah itu , menyusun strategi, konsep dan cara agar kegiatan kedepan lebih sistematis, terarah, dan rencana. Ada beberapa yang unik dari kegiatan di Surabaya ini. Salah satunya adalah dalam soal makan. Kami makan bersama-sama dalam satu wadah dan lauknya dengan sangat sederhana, tetapi rasa tidak kalah dengan masakan restoran.

Selain kegiatan rapat, kami juga menyusun beberapa langkah kedepan dan membentuk panitia khusus yang akan bergerak untuk merealisasikan wadah organisasi Tasawuf dan Psikoterapi. Selain kegitan di sela- sela kesibukan kami rapat di sana kami sempatkan untuk mengikuti kegiatan yang ada di sana yaitu Manaqiban di Pondok Al Fitrah Surabaya sekaligus Ziarah ke Makam Hadratussyaikh K.H Asrori Al Ishaqi. Selain itu kami juga berkunjung ke Jembatan Suramadu yang kebetulan tempatnya sangat berdekatan.

Pada Hari kedua, kami mulai menyusun “wadah” ini dari awal. Kami kemudian mulai menyusun dan menganalisis menggunakan analisis SWOT (Strengths/Kekuatan, Weaknesses/Kelemahan, Opportunities/Peluang, Threats/Ancaman). Analisis ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keadaan kami sebagai sebuah embrio wadah, sehingga kami bisa membuat sebuah pandangan arah kedepannya. Setelah analisis SWOT selesai, kamipun lanjut membahas tentang isu, berita dsb yang akan dijadikan sebagai bahan kajian untuk organisasi ini kedepannya.

Setelah semuanya selesai, kamipun membuat susunan SC (Steering Committee/Penasihat Kegiatan). SC ini masing-masing diambil satu dari tiap PTKIN. Tugas SC ini adalah untuk menentukan kegiatan kedepannya hingga acara Munas.

Pada hari ketiga, SC pun kembali melakukan rapat. Hasilnya yakni berupa kegiatan yang akan digunakan guna menunjang acara Munas, yakni menyambangi Pak Dr. Sulaiman Al-Kumayi selaku Ketua Konsorsium Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi, serta Buya Kamba. Selain itu, SC juga menyepakati bahwa rencananya Munas akan dilaksanakan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada bulan April. Kegiatan Pra-Munas pun ditutup dengan seminar nasional bertemakan “Pentingnya Organisasi Bernafaskan Tasawuf dalam Era Post Modern”.

Leave a Reply