IMG-20191125-WA0033

Sukoharjo – Selasa, 19 November 2019

Himpunan Mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi bekerjasama dengan mahasiswa jurusan Psikologi Islam IAIN Surakarta mengadakan Seminar Nasional yang bertema “Peran Generasi Milenial IAIN Surakarta dalam Gerakan Kontra Radikalisme dan Nasionalisme” yang diadakan di Aula lantai I gedung PPG IAIN Surakarta. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa IAIN Surakarta khususnya mahasiswa jurusan Tasawuf dan Psikoterapi, dan Psikologi Islam. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat memberikan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan radikalisme, bagaimana penanaman rasa nasionalime, dan peran generasi milenial terhadap respon kontra radikalisme dikalangan civitas akademik di IAIN Surakarta.

Acara dimulai pukul 08.30 WIB. Pembukaan dilakukan dengan pembacaan Al-Qu’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dilanjutkan sambutan dari Ketua Panitia yaitu saudara Ahmad Mujahid, ketua HMJ Tasawuf dan Psikoterapi saudara Fian Rizkiyan dan Penanggung Jawab Acara bapak Dr. H. Moh. Abdul Kholiq Hasan, Lc., M. A., M. Ed. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Bapak H.M. Syakirin Al Ghozaly., M.A., Ph.D.

 

Selanjutnya acara inti, dengan pemateri yaitu Bapak Dr. Ali Fauzi Manzi dan Ibu Dhestina Religia M., M.A memaparkan materi dengan dimoderatori oleh Bapak Dr. H. Moh. Abdul Kholiq Hasan, Lc., M. A., M. Ed.

 

Dalam salah satu pemaparannya Dr. Ali Fauzi Manzi mengatakan “Akar dari terorisme tidaklah tunggal bahkan saling berkaitan. Karena itu cara penanganannya juga tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal. Dimana haruslah dari banyak aspek, perspektif, dan metodologi. Ibarat sebuah penyakit, terorisme termasuk penyakit yang sudah mengalami komplikasi, sehingga membutuhkan dokter spesialis dan juga kampanye pencegahan dari orang – orang yang pernah mengalaminya”.

 

Selanjutnya pemateri kedua yaitu ibu Dhestina Religia dalam salah satunya materinya memaparkan berbagai macam faktor – faktor dari seseorang dapat meninggalkan jalan terorisme. Kedua pemateri tersebut memiliki ciri khas masing – masing, dimana materi yang disampaikan Dr. Ali Fauzi berdasarkan pengalaman pribadi sebagai mantan instruktur perakitan bom, sedangkan Ibu Dhestina berdasarkan hasil riset yang dilakukan. Hal ini tentu sangatlah holistik dan komprehensif, sehingga tidak hanya pemaparan secara teori saja yang didapatkan dari peserta tetapi juga disertai dengan bukti nyata dari pengalaman.

 

Kemudian diadakannya sesi tanya jawab, peserta begitu antusias menanyakan seputar tema. Dilanjutkan dengan pemberian kenang – kenangan untuk kedua pemateri dan moderator oleh Ketua Panitia dan ketua HMJ Tasawuf dan Psikoterapi.

 

Writted by: Anna R

Leave a Reply