Dalam rangka untuk memperkuat hubungan silaturahmi dan juga sedikit mengenal sang penciptaan lewat yang  diciptakan-Nya. Maka mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi mengadakan muncak bareng. Mendakki gunung ini kami laksanakan di gunung Andong. Karena selain pemandangan yang indah kami melihat banyak mahasiswi dan ada pemula yang ikut. Guna meminimalisir apa yang tidak kami inginkan itulah keputusan yang kami buat bersama.

Kami berkumpul di Gazebo yang tepat di samping masjid Al-Bukhori IAIN Surakarta. Setelah semua berkumpul dan mengecek semua peralatan kami langsung terbang ke tempat tujuan. Perjalanan kurang lebih 2 jaman. Kami sampai di basecamp sekitar jam 18.00 WIB. Karena sebentar lagi mau menjelang sholat isyak maka kami putuskan juga untuk menunggu waktu isyak tiba. Dalam menunggu waktu isyak kami breafing dahulu dan berdoa demi keselamatan. Setelah selesai salat kami langsung registasi. Setelah semua prosedur selesai kami langsung menampakkan kaki ke gunung Andong. Pada saat itu kami mendaki pada hari sabtu tanggal 28 April 2018 . Dan tentunya pada hari itu banyak masyarkat yang juga mendaki. Tak heran maka gunung Andong saat itu penuh dengan orang-orang yang ingin melihat keindahan ciptaan-Mu.

Alhamdulillah dalam perjalanan sampai puncak lancar dan hanya di tempuh dengan kurang lebih 3 jam. Tempat di puncak sangat penuh hingga kami harus cepat-cepat mencari tempat sebelum tak ada tempat. Dan syukurnya kami mendapatkan tempat untuk mendirikan tenda yang itu sangat nyama dan bagus. Sebelum tidur untuk menemani malam, kami membuat makanan dan minuman hangat. Saat itu angin sangatlah kencang hingga menembus kain di tenda maupun Sleping bag. Kesulitan tidur kami rasakan hingga sulit rasanya untuk melawan dingganya angin padahal rasa lelah dan ngatuk sudah datang dahulu.

Dalam tidur kami berdoa, agar cepat matahari menyambut kami dan memberikan senyum yang hangat. Tak di sangka-sangka matahari mulai menampakan wajah serinya untuk kami. Dan dengan langkah cepat dan tepat kami langsung mencari tempat dan mengambil momen tersebut. Dan lagi-lagi tempat sudah penuh maka harus rela berdesak-desakan. Selain matahari yang menyambut, awan pun tak lupa memberikan tepuk tangan yang meriah hingga tampak mereka melakukan baris-berbaris. Sekitar pukul 10.00 WIB kami memutuskan untuk turun karena merasa sudah cukup pembicaraan kami dengan matahari dan awan. Sekitar pukul 12.30 kami sudah sampai basecamp. Tak lupa kami mengucapakan rasa berterima kasih kami kepada sang pencipta yang sudah menjaga kami. Setelah istirahat sebentar kurang lebih 1 jam. Kami langsung pulang. Alhamdulillah kami sampai kumpus jam sekitar 17.00 WIB.

“Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting dalam dzikr hari yang kau gerakan dari persatuan. Lihatlah pepohonan itu! Semuanya gembira bagaikan sekumpulan kebahagiaan. Tapi wahai bunga ungu, kenapakah engkau larut dalam kepedihan? Sang lili berbisik pada kuncup, ‘Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab kau telah merasakan bagaimana nikmatnya kebaikan.”

-RUMI-

Leave a Reply